Jumat, 29 Juli 2011

Hukum Tekanan

Menurut hukum tekanan, tekanan itu sama dengan Gaya per satuan Luas. Begitulah hukum tekanan ini dikenal sejak kita duduk dikelas satu Sekolah Menengah Pertama yang termasuk pada pelajaran fisika. Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan volume (isi) dan suhu. Semakin tinggi tekanan di dalam suatu tempat dengan isi yang sama, maka suhu akan semakin tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa suhu di pegunungan lebih rendah dari pada di dataran rendah, karena di dataran rendah tekanan lebih tinggi.
Rumus dari tekanan dapat juga digunakan untuk menerangkan mengapa pisau yang diasah dan permukaannya menipis menjadi tajam. Semakin kecil luas permukaan, dengan gaya yang sama akan dapatkan tekanan yang lebih tinggi. Dan lebih jauh lagi, kenapa semua alam semesta ini bisa ada. Dari sebuah tekanan.
"Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut". Ini adalah bunyi hukum pak Archimedes dengan hukum tekanan airnya. Dan belum lagi dengan hukum tekanan darah, air, udara, gas, dan bisa dikatakan dalam banyak hal semuanya ada tekanan.
Andrea hirata secara sepintas dalam bukunya maryamah karpov mengatakan bahwa kita ini ada juga karena tekanan. Tentu saja itu benar. Dari sini juga kita bisa mengenali keesaan Tuhan. Dari sebuah hukum tekanan seharusnya kita bisa menyadari bahwa Allah adalah tuhan yang esa. Sekarang, coba bayangkan bahwa satu semesta ini adalah sebuah benda yang berbentuk bulat. Lalu setiap sisi itu ada sebuah tekanan dari “tangan” tuhan. Apa yang terjadi? Bisa dipastikan bila satu tuhan yang mengapit dan memberikan tekanan untuk kehidupan dan keteraturan maka hal itu akan berjalan tanpa pernah berlainan. Akan tetapi, bila lebih dari satu dan kesemuanya itu memberikan tekanan pada alam yang berbentuk bulat tadi maka akan terjadi tarik menarik sehingga bisa dipastikan alam tersebut tidak akan exist.
Kita ambil sebuah contoh sederhana, sebuah balon yang berlubang satu dan ditiup satu orang. Maka hasilnya bisa dipastikan balon tersebut membesar dengan baik. Akan tetapi coba satu balon itu mempunyai beberapa lubang untuk diberikan angin oleh beberapa peniup. Alih-alih balonnya bisa  mengembung yang ada malah perut para peniup yang gembung dengan udara. Bayangkan saja, satu yang meniup dan teman yang lain harus berusaha meniup udara lebih kuat lagi dari pada teman yang tadi.
Dari sebuah tekanan juga jantung bisa mengalirkan darah keseluruh tubuh, dan dari sebuah tekanan juga bumi ini bisa berputar, air bisa meluap dan mengalir. Dari sebuah tekanan pula seluruh alam semesta bergerak dengan medan yang telah ditentukan. Ini belum seberapa, manusia sendiri adalah makhluk yang didesain sebagai makhluk yang bisa menekan dan menahan tekanan. Dalam tubuhnya manusia ini didesain sangat sempurna sebagai mahkluk dalam alam yang penuh tekanan. Secara psikologi saja, manusia ini bisa menjadi begitu fleksibel bisa jadi, hal ini terpengaruh dari komposisi tubuhnya sendiri. Yaitu dimana unsur berkomposisi air sebanyak 70%. Dan air sendiri merupakan zat yang terus menerus menekan kesegala medan.  Juga termasuk zat yang mengikuti tekanan sehingga ia begitu elastic.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman